Sebuah Doa yang Terkenang

Cuaca begitu menyengat walaupun matahari tidak menunjukkan sinarnya. Setelah berjalan cukup jauh, kuarahkan sepeda motor yang kukendarai ke sebuah tempat yang memiliki memori lekat. Segera kumatikan mesin motorku saat hendak memasuki gerbang kecil sederhana dengan tulisan “Terus Luhur Terusto Raharjo” yang artinya adalah jalan lurus menuju kesejahteraan Ya, aku kembali menginjakkan kaki di sebuah masjid yang memiliki…

Detik untuk Pulang

Dear D, Tidak perlu tergesa-gesa, setiap manusia telah memiliki masanya. Tidak akan ingkar, apalagi tertukar. Tunggu saja, banyak bersabar. Jika kelak tiba waktumu, maka ia akan menghampirimu. Cukup tunggu di situ. Jangan terburu, kelak kamu akan bertemu sang waktu Semoga dapat segera memetik rindu dan menjemputnya dengan temu. Agar tidak ada lagi hari yang sendu…

Lingkaran Peperangan

Malam ini aku memutuskan melangkahkan kaki dari kenyamanan yang telah kuanggap hakiki. Hampir terjerat dengan kesombongan yang pekat, menaklukan hati nurani. Butuh beribu keberanian dan tekad bulat untuk keluar. Dan hari itupun tiba. Aku pergi. Langkah pertama terasa berat. Entah beban apa yang menggelayut ditiap jejak membekas di belakang. Jangankan berlari, hanya untuk mengangkat kaki…

Waktu adalah Hadiah Terindah

Merindu senja ketika pagi membuka mata Melontar sesal masa silam yang terbawa Menitipkan duka saat hujan tiba Melepas luka dengan canda tawa Seolah lupa adalah selamanya Hanya waktu yang bisa kuberi Karena mereka adalah hadiah terindah yang bisa kubagi Mereka berharga karena hanya kumiliki sekali Tak kan pernah bisa diulang atau diminta kembali Terimakasih telah…

Hello From The Other Side

Dear Monik, atau lebih nyaman dipanggil Mocil? Entahlah, intinya panggilan itu hanya sebuah nama karena jiwamu tetap bernama Monika. Apa kabar? Sepertinya sudah lama kita tidak berbicara seperti layaknya kawan lama. Agak canggung memang, tapi tanpa kamu sadar, saya yang selama ini berada paling dekat dengan kamu Saya dengar kamu sudah ‘berpindah’? Hari ini tepat 3…

Bayangan Tidak Pernah Sendiri

Aku masih tertunduk di sudut ruangan. Menatap nanar udara tipis yang bertebaran di sekelilingku. Entah suhu ruangan yang menurun drastis atau tubuhku yang terlalu lemah untuk menahan gigil yang kian menyelimuti. Kudongakkan kepala dengan sisa keberanian yang aku miliki. Melihatmu terbaring di tengah ruangan dengan selimut putih membungkus erat tubuh dan wajahmu yang membiru Seketika…

Rapuh untuk Sembuh

Dear D, Ternyata hilangnya kabar darimu seminggu lalu karena tubuhmu hampir membiru. Kenapa tidak kau minta aku menemanimu? Menjaga dan merawat hingga kesehatan kembali kau genggam erat. Kenapa masih saja kau sungkan? Padahal dengan suka rela kulakukan. Apapun itu kesayanganku, demi sehatmu, demi kuatmu. Demi bersinarnya pancaran mata coklat muda yang selalu kutunggu cahayanya Katamu…

Putaran yang Sama

Dear D, Kali ini entah kesekian kalinya kamu runtuhkan pertahanan terbaikku yang telah kubangun selama jarak memisahkan kita. Selama embusan napas milikku telah kumiliki sepenuhnya, kamu hadir kembali seolah perpisahan tidak pernah terjadi. Senyuman itu masih sama, lekukan lesung yang dipahat sempurna oleh Sang Maha Pemilik Semesta pun masih di sana Kamu datang seolah rasa…

Manusia Tanpa Kepala

Aku terhenyak dari tidurku yang panjang. Memicingkan mata, menyesuaikan arah cahaya. Ini bukan tempatku tertidur tadi malam, namun ditempat inipun langit masih menghitam. Aku terduduk di depan toko yang sudah mati. Kota itu nyaris sunyi dan tak seorangpun kutemui. Kuberanikan diri, melangkahkan kaki menuju cahaya lain di sudut sisi. Kulihat seseorang duduk di ujung jalan,…

Mengundang Kenangan

Dear D, Apa kamu ingat? Hari ini hujan turun lagi, serupa tahun lalu ketika kita bertemu. Kamu duduk menanti di salah satu sudut meja di sebuah cafe kecil. Menghirup dalam aroma sedap secangkir kopi yang mengepul dihadapanmu dengan sesekali melirik pintu tiap kali berderit Ingatkah jika kala itu adalah kali pertama kita berjanji untuk bertemu…